_buat pecinta EMO baca niie.. >>
_cekkiidot..
>> EMO :
Untuk kalangan pecinta musik emo, siapa sih yang ngga kenal The USED?! Sampai-sampai ada yang berpledoi: “bukan anak emo kalo ngga tau The USED”. Hahaha… Resminya band asal Utah, USA ini baru terbentuk Januari 2001. Namun para personilnya sudah malang melintang di dunia permusikan sejak awal 90-an. Maka tak heran bila nama The USED langsung melambung sejak kehadiran album pertamanya (self-titled, Reprise Records, 2002), lewat genre baru yang banyak orang labeli sebutan “emo”, yaitu term baru dari inovasi hardcore/punk dengan unsur vokal merdu yang tradisional di part-part lagunya. Genre emo sendiri baru mewabah di Indonesia sekitar 3 tahun belakangan. Sebagai wujud apresiasi, akhirnya promoter JAVA Musikindo bersama Fruit Tea Star Music menggelar konser perdana “gods of emo” tersebut di Indonesia pada 13 Agustus kemarin.
>>Awal Mula EMO*
Sebenarnya susah juga untuk mendefinisikan musik emo itu sendiri seperti apa. Ironis memang, padahal kita gampang banget menstereotipkan seseorang sebagai emo kids tapi di sisi lain susah banget buat kita untuk mendefinisikan musik emo itu sendiri.
Anyway, basicly kata emo didapat dari kata “Emotional”, dan musik ini awalnya merupakan salah satu anak-an dari musik punk. (pasti lo tau lah). Umumnya sih, dituangkan ke dalam lirik yang emosional cenderung cengeng, melodius, puitis dan dibalut dengan teriakan-teriakan luapan emosi, terutama emosi yang tak terbendung setelah band metal anda selalu gagal lolos di audisi acara-acara sunatan massal. (hehehe, tae ah!)
Genre musik ini tuh mulai berkembang di akhir tahun 80an dan awal-awal 90an, sebagai sesuatu “label” yang awalnya diberikan kepada band punk di Washington DC saat itu, yang notabenenya memiliki permainan gitar lebih keras dari kebanyakan band punk. Dan alhasil genre musik ini dikenal sebagai musik “DC Punk”.
Pada tahun 1984 sejarah mencatat band hardcore-punk Hüsker Dü, sebuah band yang memberikan influence yang kuat pada band DC Punk lainnya kayak Faith, Rites of Spring dan Embrace. Merilis album keempat yang bertitel “Zen Arcade”. Album inilah yang menjadi sebuah album legenda saat itu.
Untuk informasi Embrace sendiri adalah band yang dibentuk oleh Ian MacKaye, yang sebelumnya menjadi vokalis band kenamaan Minor Threat.
Sementara itu di sisi lain, walaupun Rites of Spring berhasil menghasilkan sebuah full album dan satu EP, band ini tidaklah bertahan lebih dari 2 tahun. Dan sebagai seorang rockstar, lead vocal Guy Picciotta merasa terpanggil untuk membentuk sebuah band baru lagi bernama Fugazi, yang nantinya band ini menjadi salah satu pionir di perkembangan musik emo.
Kekompleksan musik plus vokal yang intens dan juga penulisan lirik yang introseptif menghasilkan evolusi Emo dari tahun 1982 - 1992 dengan band–band seperti INDIAN SUMMER, MOSS ICON, POLICY OF THREE, STILL LIFE dan NAVIO FORGE.
Dinamika ‘kekerasan’ sering terdengar dari grup–grup tersebut yang akhirnya melahirkan band-band pioner baru Emo di evolusi berikutnya, yakni SAETIA dan THURSDAY di tahun 1997. Secara vokal, band tersebut memiliki style Emocore, dengan ciri terlalu sering memunculkan suara tangisan atau malah teriak penuh penyesalan.
>>Perubahannya
Walaupun influence dari Fugazi dan DC sound sangat substansial, sepanjang kita tahu, musik emo sekarang tidak semata-mata terbentuk hanya dari hardcore scene. Karena dengan seiringnya bergesernya jaman, para musisi emo lainnya memunculkan musik emo dengan gaya yang lebih “lembek”.
Anehnya lagi, emo malah menjadi musik yang lebih lambat seiring dengan munculnya band seperti Sunny Day Real Estate (Seattle) dan Mineral (Texas). Mereka mencampurkan komposisi musik yang lebih lambat, lembut, gaya yang emosional, menggabungkan sound emocore dari Rites of Spring dan inovasi musik Post Hardcore ala Fugazi.
Range musik ini pun makin luas seiring dengan suksesnya band-band macam At The Drive In, Jimmy Eat World, The Get Up Kids dan Thursday. Media mainstream pun makin tertarik untuk membahasnya dan hal ini pulalah yang membuat musik emo semakin pop (baca:populer).
The Used, Finch, Story of the Year, Funeral for a friend, sampai band emo akustik macam Dashboard Confessional dan Bright Eyes yang santer terdengar saat ini jelas menjadi suatu contoh yang signifikan dimana musik emo menjadi lebih pop.
“Hey They’re Not Emo, dude!”
Lebih gilanya lagi, saat pionir-pionir lama band Emo angkat bicara. Mereka menyatakan bahwa kebanyakan band-band yang terlanjur dan mencap dirinya sebagai band emo tidak mempunyai ciri khas sebagai band emo. Nah lho! Tapi yang jelas sih walaupun band-band tersebut dibilang bukan sebagai bagian musik emo oleh para pencetusnya. Tapi tetep aja mereka disebut sebagai band emo oleh para fans, terutama oleh media-media mainstream yang ada.
Yang jelas fenomena genre Emo ini akan terus berkembang seiring terus berjalannya tingkatan depresi yang ada. Sebab pada dasarnya semua musik yang ada selalu mengalami perkembangan, dan sebisa mungkin menghindari stagnansi. Apalagi karena para artisnya selalu ingin mendobrak batasan-batasan yang ada, they always striving to be different, striving to be original. Dan tidak ada seorang true musician yang ingin “ put in a box” mereka selalu ingin “out of the box”.
Itulah sebabnya banyak juga band-band yang menolak terjebak di dalam stereotip “emo”, mereka menolak untuk di”label-kan”sebagai sebuah band emo, contohnya band-band seperti Jimmy Eat World dan At the Drive In (bubar).
>> 3 Hal Pemahaman Tentang EMO*
(1) Sebagai suatu genre musik, emocore termasuk musik yang agak terlambat masuk ke Indonesia, dimana sejak awal kemunculannya, pada tahun 1984, baru saat sekarang ini emo muncul sebagai jenis musik yang sangat banyak diminati, baik di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang, Medan, Kalimantan, Sulawes, dsb. Genre Musik ini, sebagaimana genre musik lainnya sangat mustahil muncul dengan sendirinya. Semua aspek budaya manusia, termasuk di dalamnya hal ini, emo, punk, metal, hardcore, rock 'n' roll, sangat bersifat 'dialektis', yang artinya terbentuk dari berbagai pengaruh budaya lain yang sebelumnya dan saat itu, ada. Tidak dalam hal style dan audio-visual saja, tapi secara ideologis, musik sangat besar dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sosial subjek di sekitarnya, jika kita lihat akar musik underground di dunia, semua berasal dari satu moyang, jazz, blues dan klasik. Dan corak masing-masing generasi dari genre musik tersebut, sangatlah berbeda satu sama lainnya, sesuai dengan kondisi zamannya, dan poin inilah yang akan saya jelaskan di poin ke-3 di bawah.
(2) Sebagai suatu komunitas, kesamaan hobi dan selera dalam musik, dalam hal ini, emo-core, screamo, dsb. mendorong suatu pergerakan sosial yang secara informal, mengumpulkan masyarakat muda untuk tergabung dalam even-even musik khusus, melalui media langsung dan tidak langsung menyatukan para individu yang berlatar belakang beda-beda dalam satu kesamaan hobi; all stuffs around emo. Atau sebagai contoh di Indonesia ini, kita mengenal suatu komunitas musik progesif rock yang bernama 'Indonesian Progressive Society' (IPS).
(3) Sebagai suatu fenomena perubahan sosial, di sinilah yang paling menarik. Sejak kemunculan 'Emo' dalam belantika musik di Indonesia, khususnya di generasi masyarakat Indie, kehadiran genre musik dan style dari Amrik ini membawa angin kontroversial yang cukup besar (bisa jadi hanya dibesar-besarkan, atau memang betul-betul besar dari sananya). Mengapa? karena berdasarkan fakta dari observasi saya, banyak diantara mereka yang menyukai 'musik emo' tapi di sisi lain, mereka membencinya hanya karena faktor 'fashion' (kulit luar)-nya saja, yang pada akhirnya bercampur aduk dengan penafsiran yang 'abstrak' dan akhirnya, melahirkan apresiasi musik yang abstrak pula tanpa ada kesimpulan objektif yang nyata dari jenis musik tersebut.
>>Definisi EMO*
EMO sebenernya aliran musik yg dimainkan dengan menggunakan
segala curahan dri sang pembawa lagu tersebut. alhasil banyak dr band2 tersebut kadang
di bilang cengeng, padahal sebenar nya tidak,itu cuma cara mereka mengexpresikan EMOsi mereka,
di dalam genre emo itu masih banyak terdapat aliran2 yg memiliki karakteristik yg berbeda2."
"biasanya sih emo di sini (indo) identik dgn polem alias poni lempar..
abg2nya berlomba2 manjang2in poni.. sampe2 alay alay kampung pun ikut"an bergaya "emo"
sok2an dengerin alexisonfire,alesana,story of the year dll..
padahal sih ga ngerti tuh apa yg di dengerin… ikut dengerin biar dibilang gaul..
dan biasanya kan band2 emo tuh kbnyakan indie,jarag yg mainstream..
trus kalo poser biasanya kalo jalan ke tempat publik gitu,mall misalnya suka seragam pake bajunya…
yg satu item,item semua…
dan poser bergaya emo cuma sebatas pnampilannya doang emo
nah,kalo real emo,gayanya juga ga terlalu mencolok bgt kaya poser2 gitu..
biasa aja sih menurut gw.. cuma,biasanya mereka tuh ga suka ngumpul2 di mall2 gtu kayak poser2..
mereka biasanya suka menyendiri gtu… soalnya emo itu kan dalam arti kasarnya adalah kaum2
terbuang/dikucilkan gtu kan… makanya jrg keliatan real emo kids di tempat2 publik..
dan ga semua org itu poser ya… poser itu cuma org yg bikin rusak emo aja.."
Terakhir EMO adalah versi lembutnya hardcore dan ada perpaduan indie rock, emo sendiri skrg
banyak sub genrenya (emo rock, alt country emo, progressive emo, emo indie rock, screamo, dll)
yg lo sebutin kebanyakan band screamo, perbedaan paling mudah emo biasa dengan screamo
yah screamo lebih banyak berteriak (scream), dan 30 Seconds to Mars…masuknya ke
alternative rock gak ada emo2nya…cmiiw"
"emo skarang udah me-luas bgt,
seperti punk skarang ini… karena udah banyak ke campur dengan macem2 aliran.
ada punk-rock,pop-punk,rockabilly-punk,surf-punk dll… tergantung unsur2 di dalem nya… yah kalo mau emo yg original,
ya emo2 seperti band2 tahun 90an kaya mineral,sunny day real estate,the promise ring,cursive,braid
dan the appleseed cast itu pun masih ada yg tercampur dengan post-hardcore…
kalo band2 tsb dibilang emo yah gak salah juga… smua ter-influence dan gak menutup kemungkinan
band2 tsb mengandung unsur2 dr band2 influence mereka…
pada akhirnya: kita-kita disini suka banget ama musik, dan kita sendiri multi-genre.
tapi yg diomongin di thread ini segala sesuatu yg berbau emo atau lebih tepatnya memiliki citarasa emo.
dari yg lawas. supaya kita tetep ngehargain para sesepuh emo disana, sampe emo pop masa kini.
dan juga screamo yang sekarang lagi nge-trend banget…misal;band baru dari personil2 emo gaek
yang band lamanya bubar,walaupun udah beda genre; Glassjaw-> Head Automatica boleh2 aja dibahas.
Math Metal dimasukkan karena biasanya mereka tergabung dalam gigs/scene yg sama/lingkup pergaulan/
bahkan records yg sama…dan karena biasanya anak metal sendiri belum terlalu explore utk genre yg ini.
biasanya genre ini lebih masuk ke komunitas EMO / SCREAMO.